Minggu, 04 November 2012

In The Rain


Pagi mendung, hujan mengguyur bumi cipanas. Mentari enggan keluar dari persembunyiannya , membuat ibu-ibu kesal dengan cucian mereka yang basah, suami-suami mereka yang hanya berpangku tangan di rumah. Tapi aqila malah senang dengan suasana seperti pagi ini. Menurut gadis usia 17 tahun ini, hujan itu pembawa berkah, menciptakan suasana syahdu, membuat fikiran tenang dengan suara gemericik air yang turun dari langit. Ia meletakan wajahnya di atas jari-jari  yang dengan nyamannya bersandar di mulut jendela. Memandang tetes-tetes air yang turun membuat memori otak nya memutar masa lalu yang terjadi padanya.
* * *
“maksud kamu apa?, aku ga sama sekali nyontek jawaban dari kertas ulangan kamu !” qila berapi-api. Ia menyangkal semua tuduhan adi and the gank padanya.
“alaahh.. ngaku aja sih ! selama ini kamu sirik kan sama aku, aku yang selalu juara ngalahin kamu !” adi ga kalah sengit menanggapi qila. Hari itu pembagian Raport di kelas 5 sd berubah jadi menegangkan buat Qila. Betapa tidak mati-matian ia belajar dan akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan. Tapi keberhasilannya itu tidak membawa keberuntungan apapun untuknya. Bahkan ia di tuduh sebagai seorang plagiator. Tadinya ia kira dengan juara kelas, teman-teman yang selama ini memusuhinya akan berubah simpati padanya. Tapi mereka malah bertambah membencinya. Pertahanannya luruh. Matanya berembun. Tak sanggup menahan sakit hatinya akhirnya ia menangis di hadapan teman-temannya.
“oke kalau itu yang kalian inginkan! Aku besok bakalan pindah sekolaaah!”teriak aqila seraya berlari meninggalkan sekolahnya. Meninggalkan adi yang melongo karena ucapan aqila. Dan hari itu awan pun ikut bersedih.

* * *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar